Saturday, October 25, 2014

Suatu Hari Saat Aku Begitu Menanti Mentari

Saat itu,
saat aku merasa tak ada yang mengerti diriku
saat aku tahu sebuah kenyataan, kalau yang merasa seperti ini hanya aku
tidak ada orang lain
tidak bisa orang lain

Kala itu,
kala semua rasa tumpah ruah jadi satu
kala hati ini sudah ingin sekali jadi batu
tapi tak bisa
aku tetap harus merasa

Hari itu,
hari selepas malam-malam yang lelah
hari setelah isak tangis memecah

datanglah pagi..

pagi yang tidak biasa,
karena aku bisa bertemu denganNya
merasakan kehadiranNya

tak perduli kulitku menghitam
atau wajahku yang berpeluh
aku begitu menantinya
merasakan hangatnya
memeluk tubuhku yang mungkin ingin tak bernyawa

Mentari itu,
mentari yang sepertinya biasa
namun tidak bagiku
padanya aku begitu merindu

mungkin sepele,
tapi inilah hal yang paling ku nanti
merentangkan tangan selebar-lebarnya
berteriak sekencang-kencangnya
di bawah mentari

Karena aku tahu,
Dia ada di sana memelukku
Dia ada di sana menghiburku
Dia ada di sana selalu untukku
di dalam mentari

Tuesday, October 7, 2014

Analisa Student Site Universitas Gunadarma

Pada kesempatan ini, saya akan melakukan analisa terhadap web Student Site Universitas Gunadarma yang ber-alamat di http://studentsite.gunadarma.ac.id/. Dimana baru-baru ini telah dilakukan perubahan tampilan Student Site yang secara garis besar menurut saya lebih baik dari versi yang terdahulu. Berikut adalah tampilan halaman Student Site yang baru :



Dan berikut adalah analisanya, berdasarkan prinsip-prinsip Interaksi Manusisa & Komputer (IMK) :

1.       Accessibility
Sistem sudah di desain tepat dapat digunakan oleh banyak user, yang tentunya merupakan civitas Universitas Gunadarma.
2.       Aesthetically
Dalam web ini, setiap unsur mempunyai nilai estetika dan makna, tidak ada yang tidak berguna
3.       Avaibility
Sebagain besar fungsi dari studentsite telah dijalankan dengan baik dalam system ini, dan tersedia untuk memenuhi kebutuhan user.
4.       Clarity
Tampilan elemen visual, fungsi, dan konten yang disediakan sudah jelas. Sesuai, satu dengan yang lainnya.
5.       Compatibility
Isi web ini sudah sesuai dengan fungsi studentsite yang sebenarnya
6.       Configurability
Susunan dari setiap konten web sudah sesuai, meletakkan menu di paling atas dan samping, dan konten-konten yang mengikuti di bawahnya.
7.       Consistency
Web konsisten terhadap perubahan, update terhadap info-info terbaru dan tidak membingungkan
8.       Control
Proses yang terjadi dalam web terkontrol oleh system.
9.       Directness
Objek-objek yang ditampilkan berkomunikasi lansung dengan user, setelah ada input/aksi dari user system langsung memberikan output/reaksi.
10.   Efficiency
Konten yang ditampilkan efisien, dan tampil dengan porsi yang sesuai, tidak kurang dan juga tidak berlebihan.
11.   Familiarity
Web studentsite ini mudah dikenali, dipelajari, dan dimengerti, karena tampilan yang simple dan elegant, membuat penggunanya merasa nyaman menjelajahinya
12.   Flexibility
Web mampu menyesuaikan terhadap karakter user yang beragam, karena bahasa dan tampilannya yang universal.
13.   Forgiveness
Apabila terjadi kesalahan interaksi dari user, web memberikan pemahaman dan pesan konstruktif, agar user dapat memperbaiki kesalahan. Seperti pada kasus tidak bisa login, diberikan fitur ‘forget password’ dan juga komunikasi dengan help desk apabila terjadi kesulitan.
14.   Immersion
Web fokus terhadap kepekaan dari input yang diberikan user, dan respon terhadap suatu aksi.
15.   Obviousness
User dapat dengan mudah mempelajari isi web dan mengerti batasan-batasan apa saja yang disediakan system.
16.   Operability
Web beserta fungsi-fungsi yang tersedia di dalamnya dapat digunakan sesuai prosedur.
17.   Perceptibility
Desain system yang mampu dimengerti oleh user sehingga menghasilkan proses komunikasi yang lancer.
18.   Pleasing
Pilihan warna, gambar, dan desain letak konten-konten web memberi kesan menyenangkan pada pengguna, karena up to date dengan desain masa kini.
19.   Recovery
Apabila terjadi error dalam system, ada usaha perbaikan yang di lakukan oleh admin.
20.   Safety
Dapat dioperasikan dengan aman oleh user, tanpa adanya ancaman-ancaman komunikasi yang berbahaya.
21.   Simplicity
Web berisi tampilan yang user friendly, desain yang sederhana, mudah dimengerti, dan tidak menggunakan terlalu banyak elemen yang tidak perlu.
22.   Visibility
Sebahagian besar fungsi yang tersedia terlihat jelas dan dapt dipergunakan pada saat diperlukan.


Kesimpulan & Saran :
-          Pada tampilan mobile, web tidak dapt di scroll ke bawah, sehingga berita tidak dapat ditampilakan pada halaman utama.
-          Baik dalam tampilan web maupun mobile, menu BAAK tersedia, namun tidak dapat dipergunakan, jadi ketika ingin melihat jadwal kuliah dan ujian, harus membuka halaman baru dan mengetik ulang alamat website BAAK.
-           Diharapkan dapat dilakukan perbaikan terhadap kendala-kendala tersebut.

Thursday, September 11, 2014

suatu hari..

suatu hari
ketika kamu tahu, hidupmu sekarang bukanlah mimpi

suatu hari
saat kamu sadar, yang tidak mungkin itu bisa terjadi

suatu hari
ketika kamu tahu, bahwa kamu tidak akan pernah mengerti

suatu hari
dimana semua orang berubah, sesuka hati

suatu hari
ketika kamu ingin pergi, tak perlu punya tujuan, yang penting tak kembali

suatu hari
ketika kamu sudah lelah, tak ingin melangkah, kemudian mati.

Aku Ingin (Sapardi Joko Damono)

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana:
dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu
kepada api yang menjadikannya abu

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana:
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan
kepada hujan yang menjadikannya tiada

Wednesday, June 11, 2014

Resensi Cerpen (The Backward Fall)

Judul           : The Backward Fall (Jatuh ke Atas)
Pengarang   : Jason Helmandollar
Penerjemah : Harum Wibowo
Sumber       : http://cerpenmu.com

Sinopsis
“Ayah?” dia berkata. Sekarang umurnya enam puluh empat. “Bisakah kau ke lemari yang ada di samping pintu dan…”
“Ada apa, Bu?” dia berkata. Dia segera tegak bersiap-siap, tetap tenang untuk memberikan pertolongan. “Apa yang kau ingin aku lakukan?”
Dia melihat pandangan pada wajah istrinya dan menurunkan dirinya kembali ke kursinya. Dia benci pandangan itu, walaupun dia sering melihatnya, itu sudah menjadi teman lamanya yang jahat. Itu adalah pandangan kebingungan, salah satu dari ketakutan yang membingungkan.
“Aku lupa apa yang ku mau.” Dia menggeleng-gelengkan kepalanya, duduk kembali ke kursinya.
“Tidak apa-apa. Sudah biasa.”

Dia menatap ke depan. Kursi mereka tersusun tepat di depan televisi, tapi wanita tua itu sudah jarang menonton lagi. Setelah beberapa saat, dia membalikkan kepalanya ke arah suaminya. “Apa yang akan kita lakukan ketika aku tidak dapat mengingat apapun?”
“Para dokter mengatakan bahwa itu mungkin tidak akan menjadi lebih parah. Kau tahu itu.”
“Tapi bagaimana kalau itu benar-benar menjadi lebih parah? Bagaimana kalau suatu hari nanti aku terbangun dan sudah melupakan segala hal?”
Suaminya meraih meja kecil yang ada di antara mereka dan menepuk tangannya. “Kalau begitu aku tinggal mengingatkanmu tentang semuanya.”
Istrinya tersenyum pada saat itu juga dan pandangan jahat itu perlahan menghilang. Di atas televisi adalah sebuah mantel yang penuh dengan gambar. Seluruh keluarganya, mulai dari kakek-neneknya sampai cicit-cicitnya, bertengger di mantel itu. Dia mengabaikan televisi itu dan menatap ke gambar-gambar tersebut, walaupun itu sangat jauh untuk dapat benar-benar dilihat. Setelah beberapa menit, dia berkata, “Kakiku kedinginan. Maukah kau mengambilkan aku selimut dari lemari yang ada di samping pintu itu?”



“Apa kau sudah mengisi tangki seperti yang sudah kukatakan kepadamu?” dia bertanya. Sekarang umurnya enam puluh lima tahun. Dia juga berumur empat puluh delapan tahun. “Saat kita di jalan, aku tidak ingin berhenti untuk mengisi bensin.”
Suaminya melihat kepadanya selama beberapa saat, memendekkan kepalanya, dan berbalik menuju televisi.
“Tidakkah kau akan menjawabku?”
“Aku bahkan tidak tahu dengan apa yang kau bicarakan, Bu.”
“Tangkinya. Apa kau sudah mengisi tangki bensinnya?”
Sambil menghela napas, dia mematikan volume suara program TV yang sedang ditontonnya tentang orang-orang purba di Peru. Dia selalu ingin melihat reruntuhan suku Incan dari Machu Pichu. Beberapa tahun sebelumnya, dia pasrah dengan kenyataan bahwa dirinya tidak akan pernah bisa kesana. “Kenapa aku harus mengisi bensin mobilnya? Kita tidak akan pernah pergi ke manapun melainkan ke toko grosir sekali dalam seminggu.”
Istrinya tertawa dan menggeleng-gelengkan kepalanya. “Kau bisa menjadi pikun kadang-kadang. The Grand Canyon!”
“Grand Canyon?”
“Kita akan pergi ke sana besok.”
“Ibu, kita pernah pergi ke Grand Canyon lebih dari lima belas tahun yang lalu. Tidakkah kau ingat?”
Istrinya mengangkat jarinya untuk membenarkannya, berhenti sebentar, melihat ke arah yang tidak jelas dengan matanya yang tidak fokus. Jarinya berpindah ke bibir bawahnya. “Tapi, aku…”
Dia memperhatikannya sebentar sementara wajah istrinya menampakkan kekosongan – tanpa emosi, semua bukti yang pernah dipikirkan. Dia memikirkan Grand Canyon, yang mereka kunjungi segera setelah dia pensiun dari pabrik karena cacat. Pada hari pertamanya tanpa pekerjaan, dia mencairkan semua cek mereka dan membawa pulang sebuah motor. Mereka mengendarainya mengitari pedesaan – namun pertama-tama, ke Grand Canyon. Mereka menyebutnya Petualangan Besar, pelayaran pesiar mereka selama tiga tahun dari satu benua ke benua yang lain lalu kembali lagi. Mereka merasa sangat muda pada masa itu.

Suaminya menaikkan volume suara program TV-nya, dan seperti yang biasanya dia lakukan setiap menit di setiap harinya, dia mencoba bernapas melalui jantungnya yang berdetak kencang.
“Kudengar mereka punya anak keledai yang bisa kau naiki untuk turun menyusuri tebing,” isrinya berkata. “Apa kau pikir itu benar?”
Tangan istrinya beristirahat di atas meja yang berada di antara mereka. Suaminya meraih dan menggenggam tangan istrinya. Di dalam pikiran matanya, dia melihat badan istrinya bergoyang-goyang ke depan dan ke belakang saat anak keledai itu melewati jalan yang berbatuan, rambut abu-abu-nya yang kemerah-merahan bersinar dari belakang oleh sinar matahari di gurun.
“Ya, aku yakin itu,” suaminya berkata.

Tanggapan
Cerpen ini bagi saya pribadi cukup menarik, karena pembaca tidak dapat dengan mudah begitu saja mengetahui alur cerita. Cerita ini menggunakan alur maju, namun menceritakan tentang seorang istri yang mengalami kepikunan, dimana semakin tua umurnya, semakin muda memori yang dia ingat. Cerita ini juga menggambarkan kesetiaan seorang suami yang terus dengan sabar menemani istrinya yang bahkan sudah tidak mengingatnya lagi karena penyakitnya itu.


selengkapnya : http://cerpenmu.com/cerpen-terjemahan/the-backward-fall-jatuh-ke-atas.html

Monday, June 9, 2014

Resensi Novel (Sejarah Dunia dalam 10⅟₂ Bab)

A. Data Buku

  1. Judul Buku         : Sejarah Dunia dalam 10⅟₂ Bab
  2. Penulis               : Julian Barnes
  3. Penerbit             : Kepustakaan Populer Gramedia
  4. Cetakan             : Pertama
  5. Tahun Terbit      : 2009
  6. Ukuran Buku     : 13.5 x 20 x 2.6 cm
  7. Jumlah Halaman : vii + 415 halaman
B. Sinposis
     Kisah-kisah yang diperikan dalam novel ini seolah tak berhubungan. Novel dibuka dengan kisah seekor ulat penumpang gelap bahtera Nuh, yang menjadi saksi banyak kejadian mencengangkan di atas bahtera. 

Cerita kemudian bergulir tentang seorang penumpang kapal Titanic yang selamat karena mengenakan gaun dan dikira perempuan, tentang jalannya proses pengadilan yang ganjil di salah satu pedesaan Prancis abad ke-16, tentang ekspedisi seorang mantan astronot untuk menemukan sisa-sisa bahtera Nuh, hingga tentang seorang lelaki yang tiba-tiba mendapati dirinya berada di surga. 

Dengan semua itu sang novelis seolah berkata bahwa dunia berputar sedemikian rupa dan peristiwa-peristiwa saling berkait, berkelindan, dan rumit. Namun seringkali sejarah yang ditulis para sejarawan begitu menyederhanakan sebab-akibat. Karena itulah manusia mudah tersesat dalam kebenaran sejarah mereka yang menang. 

Novel ini memberi pemahaman tentang betapa berbahayanya takluk pada satu kebenaran sejarah—sikap yang akan membuat lenyapnya individualitas dan kemanusiaan kita.

C. Kelebihan
  • Unik, cerita yang disajikan tidak biasa. Imajinasi penulis yang cukup liar membuat topik-topik cerita yang jarang terpikirkan oleh pembaca.
  • Mengajak kita untuk lebih mendalami sejarah.
D. Gaya Bahasa
  • Salah satu novel terjemahan yang baik (dalam segi pemilihan kata)
E. Latar
  • Bahtera
  • Kapal Pesiar
  • Ruang Makan
F. Perwatakan
Cerdas, Unik, Kreatif, Kompleks

Tuesday, June 3, 2014

Cluster, Grid, Parallel, Beowulf

I.
Personal Computer (PC) atau Komputer Pribadi jika ditinjau dari berbagai klasifikasi komputer, maka akan masuk ke dalam kategori
Komputer Digital, karena data yang diterimanya adalah data yang berupa data digital. Berfungsi untuk mengolah data yang bersifat kuantitatif

General Purpose Computer, karena komputer ini dibuat untuk keperluan secara umum, sehingga komputer ini dapat digunakan untuk berbagai macam pekerjaan sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan penggunanya.
Small Scale Computer, atau komputer skala kecil, karena memang komputer ini dirancang untuk digunakan oleh satu orang pada satu saat tertentu, dan memiliki kemampuan proses dalam jumlah yang kecil.
Microcomputer, karena komputer ini khususnya digunakan untuk single-user, dan menggunakan mikroprosesor sebagai CPU utamanya. Serta dirancang sedemikian rupa untuk berinteraksi dengan penggunanya, yang kebanyakan untuk kegunaan di rumah, perkantoran, dan bisnis.
Personal Computer biasa dikenal dengan Home Computer, atau Small-bussiness Computer. Istilah komputer pribadi pertama kali digunakan di majalah New Scientist pada tahun 1964 dalam artikel berseri yang berjudul "The World in 1984" (Dunia pada Tahun 1984). Generasi pertama mikrokomputer mulai bermunculan pada tahun 70-an. Namun begitu, ia tidak berkemampuan tinggi, dan kurang cakap dibandingkan dengan komputer bisnis (Business Computer) pada waktu itu, sehingga hanya digunakan oleh peminat komputer, atau hanya untuk permainan elektronik serta penggunaan bulletin board system. Mikrokomputer menjadi alat perniagaan ketika program spreadsheet VisiCalc diluncurkan untuk mesin Apple II, dan kemudian untuk kelompok 8-bit Atari, Commodore PET, dan PC IBM yang menjadi program aplikasi terpopuler. Pada sekitar tahun 1980an, harga komputer pribadi yang rendah menjadi sebab utama kepopularannya untuk kegunaan di rumah serta bisnis.

II.
Persamaan
Baik Cluster, Parallel, Grid, maupu Beowulf sama-sama mengunakan beberapa komputer dalam waktu yang bersamaan, dan terhubung karena adanya jaringan tertentu. Dengan sebuah komputer sebagai pengendali dan beberapa node untuk mengerjakan pembagian suatu tugas.

Perbedaan
Mesin Cluster, adalah mesin yang menggunakan sistem dimana itu adalah gabungan dari beberapa system individual (komputer) baik sistem perangkat keras maupun sistem pperangkat lunak yang dikumpulkan pada suatu lokasi, saling berbagi tempat penyimpanan data (storage), dan saling terhubung dalam jaringan area local (LAN) dimana komputer-komputer tersebut dapat bekerja sama dalam pemrosesan suatu masalah.
Mesin Paralel, melakukan komputasi secara bersamaan dengan memanfaatkan beberapa komputer independen secara bersamaan. Ini umumnya diperlukan saat kapasitas yang diperlukan sangat besar, baik karena harus mengolah data dalam jumlah besar (di industri keuangan, bioinformatika, dll) ataupun karena tuntutan proses komputasi yang banyak.
Untuk melakukan aneka jenis komputasi paralel ini diperlukan infrastruktur mesin paralel yang terdiri dari banyak komputer yang dihubungkan dengan jaringan dan mampu bekerja secara paralel untuk menyelesaikan satu masalah. Untuk itu diperlukan aneka perangkat lunak pendukung yang biasa disebut sebagai middleware yang berperan untuk mengatur distribusi pekerjaan antar node dalam satu mesin paralel. Selanjutnya pemakai harus membuat pemrograman paralel untuk merealisasikan komputasi.
Mesin Grid, merupakan pengembangan teknologi mesin paralel dengan memanfaatkan jaringan pita lebar / broadband ( sebuah istilah dalam internet yang merupakan koneksi internet transmisi data kecepatan tinggi)  di era digital. Dengan adanya jaringan pita lebar, paralelisasi tidak hanya dilakukan antar komputer dalam satu jaringan, tetapi juga antar mesin paralel yang terpisah secara geografis.


Mesin Beowulf, bisa juga disebut dengan mesin Beowulf cluster. Cluster Beowulf adalah sekelompok cluster komputer yang terhubung dalam jaringan, seperti jaringan local kecil dengan program tertentu yang telah terinstall sehingga memungkinkan  pemrosesan untuk dibagi antar komputer-komputer tersebut. Hasilnya adalah kinerja tinggi parallel komputasi cluster dari perangkat keras yang terjangkau.
Nama Beowulf awalnya merujuk pada sebuah komputer yang dibangun tahun 1944 oleh Thomas Sterling dan Donald Becker di NASA. Tidak ada bagian tertentu dari perangkat lunak yang mendefinisikan sebuah cluster sebagai Beowulf. Beowulf biasanya menjalankan sistem operasi mirip UNIX, seperti BSD, Linux, atau Solaris. Umumnya menggunakan pemrosesan parallel yaitu Interface Message Passing (MPI) dan Parallel Virtual Machine (PVM). Keduanya bertugas untuk membagi tugas antar sekelompok komputer, dan mengumpulkan hasilnya. Sistem Beowulf sekarang digunakan di seluruh dunia, terutama dalam mendukung komputasi ilmiah.