Tujuan pengendalian TI didefinisikan sebagai suatu pernyataan hasil yang diinginkan atau
maksud yang dicapai oleh prosedur pengendalian implementasi dalam kegiatan TI khusus.
Tujuan Pengendalian Internal
Tujuan dari pengendalian internal adalah
1. Memeriksa ketelitian dan kebenaran data yang akan menghasilkan laporan-laporan yang
dapat diandalkan.
2. Efektivitas dan efisiensi dalam operasi, yaitu efektif dalam mencapai tujuan organisasi
secara keseluruhan dan efisien dalam pemakaian sumberdaya yang tersedia.
3. Membantu agar tidak terjadi penyimpangan terhadap hukum dan peraturan yang
berlaku
4. Mengamankan harta milik organisasi atau perusahaan termasuk data yang tersedia
Dua Pendekatan Pengendalian Intern :
1. Pendekatan Statis
2. Pendekatan Dinamis
Pendekatan Statis
1. Berdasarkan pertimbangan pada pembagian wewenang di dalam pengelolaan perusahaan atau entitas pada masa lalu yang bersifat sentralisasi.
2. Metoda sentralisasi artinya jika kita telusuri bahwa intelektualitas berada pada pucuk pimpinan perusahaan. Semakin rendah posisi seseorang, maka semakin sedikit pengetahuannya tentang pencapaian tujuan perusahaan, artinya hanya sekedar menjalankan perintah atasanya.
3. Artinya bahwa pendekatan statis akan berorientasi pada sistem yang dapat dengan mudah
ditelusuri keberadaannya.
Pendekatan Dinamis
1. Pengendalian intern sebagai sebuah proses
2. Konsep ini terkait dengan perkembangan metoda pengelolaan sumber daya manusia pada organisasi yang bersangkutan.
3. Perubahan metoda pengelolaan tersebut adalah perubahan ke metoda pengelolaan manajemen melalui tujuan (management by objective).
4. manajemen melalui kekuasaan (management by drive).
5. Hal tersebut di dorong oleh :
• Peningkatan kualitas SDM, sehingga intensitas pengendalian intern dapat dikurangi
• Spesialisasi dapat meningkatkan kinerja seseorang
• Kepuasan kerja dapat meningkatkan produktivitas.
• Persaingan yang semakin ketat, membutuhkan pengambilan
• keputusan yang cepat.
Berdasarkan perkembangan di bidang manajemen SDM tersebut, konsep pengendalian intern juga mengalami perubahan dari konsep ketersediaan pengendalian inetern beralih ke konsep proses pencapaian tujuan.
Dengan konsep baru tersebut disadari bahwa intelektualitas tidak lago terletak pada pucuk pimpinan, tetapi terletak dilapisan bawah. Mereka yang dekat dengan konsumenlah yang paling mengerti dengan kebutuhan pasar. Pengorganisasian yang paling tepat untuk kondisi seperti ini adalah seperti pengorganisasian orkes simponi.
Organisasi ini sepenuhnya akan digerakan oleh dinamika para pekerja (ujung tombak) sesuai spesialisai masing-masing. Untuk menjaga kekompakan agar terjadi irama yang serasi dibutuhkan seorang manajer yang berfungsi sebagai konduktor. Manajer tersebut tidak lagi harus memiliki pengetahuan teknis seperti yang dimiliki pemain orkesnya, tetapi yang diperlukan hanya seorang yang mampu mengatur tempo dan menguasai tingkatan nada.
Thursday, January 22, 2015
Friday, December 26, 2014
Penerapan E-Government di Kecamatan Bogor Timur
Berikut adalah contoh penerapan e-government yang berada di lingkungan sekitar saya yaitu website mengenai kecamatan Bogor Timur yang beralamat di http://profilwilayah.kotabogor.go.id/index.php/bogor-timur
Website ini menyediakan informasi mengenai kecamatan Bogor Timur, diantaranya :
- Profil Kecamatan
Berisi Visi dan Misi Kecamatan, Alamat kantor, dan kontak yang dapat dihubungi, data kelurahan, batas-batas wilayah
- Struktur Orgasnisasi
Terdapat bagan keorganisasian Kecamatan Bogor Timur
- Data Pejabat
Berisi nama pejabat, jabatan, dan foto
- Data Demografi
Berisi data jumlah penduduk
Selain tentang informasi organisasi, terdapat juga data kegiatan, baik dalam bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, pemerintahan, trantib, partisipasi, lembaga, dan PKK. Juga terdapat informasi mengenani kelurahan-kelurahan di dalamnya.
Website ini menyediakan informasi mengenai kecamatan Bogor Timur, diantaranya :
- Profil Kecamatan
Berisi Visi dan Misi Kecamatan, Alamat kantor, dan kontak yang dapat dihubungi, data kelurahan, batas-batas wilayah
- Struktur Orgasnisasi
Terdapat bagan keorganisasian Kecamatan Bogor Timur
- Data Pejabat
Berisi nama pejabat, jabatan, dan foto
- Data Demografi
Berisi data jumlah penduduk
Selain tentang informasi organisasi, terdapat juga data kegiatan, baik dalam bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, pemerintahan, trantib, partisipasi, lembaga, dan PKK. Juga terdapat informasi mengenani kelurahan-kelurahan di dalamnya.
OSGi (Open Service Gateaway Initiative)
Spesifikasi OSGi dimulai pada tahun 1998 dan ditujukan untuk pasar otomatisasi rumah, mencoba untuk memecahkan masalah bagaimana membangun aplikasi dari komponen independen. Dalam dekade terakhir, industri perangkat lunak berubah dasarnya karena ledakan di proyek open source. Sepuluh tahun yang lalu, sebuah aplikasi terdiri kode sebagian besar khusus ditulis. Hari ini, Kebanyakan perangkat lunak open source sebagian besar adalah kabel sampai artefak, tidak dirancang untuk bekerja sama. Hal ini mirip dengan masalah itu OSGi dirancang untuk memecahkannya. Banyak proyek open source yang karena hal tersebut mengadopsi spesifikasi OSGi karena mereka melihat bahwa mereka bisa fokus pada masalah nyata dan khawatir infrastruktur acerca kurang, serta menjadi mudah untuk digunakan dalam proyek-proyek lain. Dan tren ini terus berkembang.
Berikut ini adalah lapisan dari OSGi :
Berkas - Berkas adalah komponen OSGi yang dibuat oleh pengembang.
Layanan - Lapisan layanan menghubungkan bundel dalam cara yang dinamis dengan menawarkan model menerbitkan-menemukan-bind untuk objek Java.
Hidup-Siklus - The API untuk menginstal, start, stop, update, dan uninstall bundel.
Modul - Lapisan itu mendefinisikan bagaimana sebuah bungkusan dapat mengimpor dan mengekspor kode.
Keamanan - Lapisan yang menangani aspek keamanan.
Eksekusi Lingkungan - Tetapkan apa metode dan kelas yang tersedia dalam platform tertentu.
Spesifikasi OSGi Menyediakan model komponen matang dan komprehensif dengan API yang sangat efektif (dan kecil). Konversi monolitik atau rumah tumbuh plugin sistem berbasis OSGi Hampir selalu menyediakan Perbaikan besar dalam seluruh proses mengembangkan software.
Berikut ini adalah lapisan dari OSGi :
Berkas - Berkas adalah komponen OSGi yang dibuat oleh pengembang.
Layanan - Lapisan layanan menghubungkan bundel dalam cara yang dinamis dengan menawarkan model menerbitkan-menemukan-bind untuk objek Java.
Hidup-Siklus - The API untuk menginstal, start, stop, update, dan uninstall bundel.
Modul - Lapisan itu mendefinisikan bagaimana sebuah bungkusan dapat mengimpor dan mengekspor kode.
Keamanan - Lapisan yang menangani aspek keamanan.
Eksekusi Lingkungan - Tetapkan apa metode dan kelas yang tersedia dalam platform tertentu.
Spesifikasi OSGi Menyediakan model komponen matang dan komprehensif dengan API yang sangat efektif (dan kecil). Konversi monolitik atau rumah tumbuh plugin sistem berbasis OSGi Hampir selalu menyediakan Perbaikan besar dalam seluruh proses mengembangkan software.
Thursday, December 4, 2014
Langkah Utama Pelaksanaan Program Pengamanan SI (VClass Analisis Kinerja Sistem - Postest)
1. Persiapan Rencana Pekerjaan (Preparation of a Project Plan)
Perencanaan proyek untuk tinjauan keamanan mengikuti item sebagai berikut :
a. Tujuan Review
b. Ruang Lingkup (Scope) Review
c. Tugas yang harus dipenuhi
d. Organisasi dari Tim Proyek
e. Sumber Anggaran (Pendanaan) dan
f. Jadwal untuk Menyelesaikan Tugas
2. Identifikasi Kekayaan (Identification of asset)
Katagori asset :
a. Personnel (end users, analyst, programmers, operators, clerks, Guards)
b. Hardware (Mainfarme, minicomputer, microcomputer, disk, printer, communication lines, concentrator, terminal)
c. Fasilitas (Furniture, office space, computer rrom, tape storage rack)
d. Dokumentasi (System and program doc.,database doc.,standards plans,
insurance policies, contracts)
e. Persediaan (Negotiable instrument, preprinted forms, paper, tapes, cassettes)
f. Data/Informasi (Master files, transaction files, archival files)
g. Software Aplikasi (Debtors, creditors, payroll, bill-of-materials, sales, inventory)
h. Sistem Software (Compilers, utilities, DBMS, OS, Communication Software, Spreadsheets)
3. Penilaian Kekayaan (Valuation of asset)
Langkah ke tiga adalah penilaian kekayaan, yang merupakan langkah paling sulit. Parker (1981) menggambarkan ketergantungan penilaian pada siapa yang ditanya untuk memberikan penilaian, cara penilaian atas kekayaan yang hilang (lost), waktu periode untuk perhitungan atas hilangnya kekayaan, dan umur asset.
4. Identifikasi Ancaman-ancaman (Threats Identification)
Sumber ancaman External :
1. Nature / Acts of God
2. H/W Suppliers
3. S/W Suppliers
4. Contractors
5. Other Resource Suppliers
6. Competitors (sabotage, espionage, lawsuits, financial distress through fair or unfair competition)
7. Debt and Equity Holders
8. Unions (strikes, sabotage,harassment)
9. Governmnets
10. Environmentalist (Harassment (gangguan), unfavorable publicity)
11. Criminals/hackers (theft, sabotage, espionage, extortion)
Sumber ancaman Internal :
1. Management, contoh kesalahan dalam penyediaan sumber daya, perencanaan
dan control yang tidak cukup.
2. Employee, contoh Errors, Theft (pencurian), Fraud (penipuan), sabotase, extortion (pemerasan), improper use of service (penggunaan layanan yg tidak sah)
3. Unreliable system, contoh Kesalahan H/W, kesalahan S/W, kesalahan fasilitas.
5. Penilaian Kemungkinan Ancaman (Threats LikeIihood Assessment)
Contoh, perusahaan asuransi dapat menyediakan informasi tentang kemungkinan terjadinya kebakaran api dalam satu waktu periode tertentu.
6. Analisis Ekspose (Exposures analysis)
Tahap analisis ekspose terdiri dari 4 tugas yaitu :
1. Identification of the controls in place
2. Assessment of the reliability of the controls in place
3. Evaluation of the likelihood that a threat incident will be successful
4. Assess the resulting loss if the threat is successful
Perencanaan proyek untuk tinjauan keamanan mengikuti item sebagai berikut :
a. Tujuan Review
b. Ruang Lingkup (Scope) Review
c. Tugas yang harus dipenuhi
d. Organisasi dari Tim Proyek
e. Sumber Anggaran (Pendanaan) dan
f. Jadwal untuk Menyelesaikan Tugas
2. Identifikasi Kekayaan (Identification of asset)
Katagori asset :
a. Personnel (end users, analyst, programmers, operators, clerks, Guards)
b. Hardware (Mainfarme, minicomputer, microcomputer, disk, printer, communication lines, concentrator, terminal)
c. Fasilitas (Furniture, office space, computer rrom, tape storage rack)
d. Dokumentasi (System and program doc.,database doc.,standards plans,
insurance policies, contracts)
e. Persediaan (Negotiable instrument, preprinted forms, paper, tapes, cassettes)
f. Data/Informasi (Master files, transaction files, archival files)
g. Software Aplikasi (Debtors, creditors, payroll, bill-of-materials, sales, inventory)
h. Sistem Software (Compilers, utilities, DBMS, OS, Communication Software, Spreadsheets)
3. Penilaian Kekayaan (Valuation of asset)
Langkah ke tiga adalah penilaian kekayaan, yang merupakan langkah paling sulit. Parker (1981) menggambarkan ketergantungan penilaian pada siapa yang ditanya untuk memberikan penilaian, cara penilaian atas kekayaan yang hilang (lost), waktu periode untuk perhitungan atas hilangnya kekayaan, dan umur asset.
4. Identifikasi Ancaman-ancaman (Threats Identification)
Sumber ancaman External :
1. Nature / Acts of God
2. H/W Suppliers
3. S/W Suppliers
4. Contractors
5. Other Resource Suppliers
6. Competitors (sabotage, espionage, lawsuits, financial distress through fair or unfair competition)
7. Debt and Equity Holders
8. Unions (strikes, sabotage,harassment)
9. Governmnets
10. Environmentalist (Harassment (gangguan), unfavorable publicity)
11. Criminals/hackers (theft, sabotage, espionage, extortion)
Sumber ancaman Internal :
1. Management, contoh kesalahan dalam penyediaan sumber daya, perencanaan
dan control yang tidak cukup.
2. Employee, contoh Errors, Theft (pencurian), Fraud (penipuan), sabotase, extortion (pemerasan), improper use of service (penggunaan layanan yg tidak sah)
3. Unreliable system, contoh Kesalahan H/W, kesalahan S/W, kesalahan fasilitas.
5. Penilaian Kemungkinan Ancaman (Threats LikeIihood Assessment)
Contoh, perusahaan asuransi dapat menyediakan informasi tentang kemungkinan terjadinya kebakaran api dalam satu waktu periode tertentu.
6. Analisis Ekspose (Exposures analysis)
Tahap analisis ekspose terdiri dari 4 tugas yaitu :
1. Identification of the controls in place
2. Assessment of the reliability of the controls in place
3. Evaluation of the likelihood that a threat incident will be successful
4. Assess the resulting loss if the threat is successful
Hal-hal yang Perlu Dilindungi dalam Pengamanan Sistem Informasi (VClass Analisis Kinerja Sistem - Pretest)
Aset Sistem Informasi yang harus di lindungi melalui sistem keamanan dapat
diklasifikasikan menjadi 2 yaitu :
1. Aset Fisik, meliputi :
a. Personnel
b. Hardware (termasuk media penyimpanan, dan periperalnya)
c. Fasilitas
d. Dokumentasi dan
e. Supplies
2. Aset Logika
a. Data / Informasi dan
b. Sofware (Sistem dan Aplikasi)
seperti yang terlihat pada gambar berikut :
diklasifikasikan menjadi 2 yaitu :
1. Aset Fisik, meliputi :
a. Personnel
b. Hardware (termasuk media penyimpanan, dan periperalnya)
c. Fasilitas
d. Dokumentasi dan
e. Supplies
2. Aset Logika
a. Data / Informasi dan
b. Sofware (Sistem dan Aplikasi)
seperti yang terlihat pada gambar berikut :
Tuesday, November 4, 2014
Review Jurnal Nasional - E-LEARNING SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF BERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI
e-Learning [AHS05]
Jaya Kumar C. Koran (2002), mendefinisikan e-learning sebagai sembarang pengajaran dan pembelajaran yang menggunakan rangkaian elektronik (LAN, WAN, atau internet) untuk menyampaikan isi pembelajaran, interaksi, atau bimbingan. Ada pula yang menafsirkan e-learning sebagai bentuk pendidikan jarak
jauh yang dilakukan melalui media internet. Sedangkan Dong (dalam Kamarga, 2002)
mendefinisikan e-learning sebagai kegiatan belajar asynchronous melalui perangkat elektronik komputer yang memperoleh bahan belajar yang sesuai dengan
kebutuhannya. Atau e-learning didefinisikan sebagai berikut : e-Learning is
a generic term for all technologically supported learning using an array of teaching and learning tools as phone bridging, audio and videotapes, teleconferencing, satellite transmissions, and the more recognized web-based training or computer aided instruction also commonly referred to as online courses (Soekartawi, Haryono dan Librero, 2002).
Perbedaan Pembelajaran Tradisional dengan e-learning yaitu kelas tradisional‟, guru dianggap sebagai orang yang serba tahu dan ditugaskan untuk menyalurkan ilmu pengetahuan kepada pelajarnya. Sedangkan di dalam pembelajaran „e-learning’ fokus utamanya adalah pelajar. Pelajar mandiri pada waktu tertentu dan bertanggung-jawab untuk pembelajarannya.
Khoe Yao Tung (2000) mengatakan bahwa setelah kehadiran guru dalam arti sebenarnya, internet akan menjadi suplemen dan komplemen dalam menjadikan wakil
guru yang mewakili sumber belajar yang penting di dunia.
Petunjuk tentang manfaat penggunaan internet, khususnya dalam pendidikan terbuka dan jarak jauh (Elangoan, 1999; Soekartawi, 2002; Mulvihil, 1997; Utarini,1997), antara lain. Pertama, Tersedianya fasilitas e-moderating di mana guru dan siswa dapat berkomunikasi secara mudah melalui fasilitas internet secara regular atau kapan saja kegiatan berkomunikasi itu dilakukan dengan tanpa dibatasi oleh jarak, tempat dan waktu.
Kedua, Guru dan siswa dapat menggunakan bahan ajar atau petunjuk belajar yang terstruktur dan terjadual melalui internet, sehingga keduanya bisa saling menilai sampai berapa jauh bahan ajar dipelajari. Ketiga, Siswa dapat belajar atau me-review bahan ajar setiap saat dan di mana saja kalau diperlukan mengingat bahan ajar tersimpan di komputer. Keempat, Bila siswa memerlukan tambahan informasi yang berkaitan dengan bahan yang dipelajarinya, ia dapat melakukan akses di internet secara lebih mudah. Kelima, Baik guru maupun siswa dapat melakukan diskusi melalui internet yang dapat diikuti dengan jumlah peserta yang banyak, sehingga menambah ilmu pengetahuan dan wawasan yang lebih luas. Keenam, Berubahnya peran siswa dari yang biasanya pasif menjadi aktif. Ketujuh, Relatif lebih efisien. Misalnya bagi mereka yang tinggal jauh dari perguruan tinggi atau sekolah konvensional.
Walaupun demikian pemanfaatan internet untuk pembelajaran atau e-learning juga tidak terlepas dari berbagai kekurangan. Berbagai kritik (Bullen, 2001, Beam, 1997), antara lain. Pertama, Kurangnya interaksi antara guru dan siswa atau bahkan antar siswa itu sendiri. Kurangnya interaksi ini bisa memperlambat terbentuknya values dalam proses belajar dan mengajar. Kedua, Kecenderungan mengabaikan aspek akademik atau aspek sosial dan sebaliknya mendorong tumbuhnya aspek bisnis/komersial. Ketiga, Proses belajar dan mengajarnya cenderung ke arah pelatihan daripada pendidikan. Keempat, Berubahnya peran guru dari yang semula menguasai teknik pembelajaran konvensional, kini juga dituntut mengetahui
Jurnal Ilmiah Foristek Vol. 2, No. 1, Maret 2012
148
teknik pembelajaran yang menggunakan ICT. Kelima, Siswa yang tidak mempunyai motivasi belajar yang tinggi cenderung gagal. Keenam, Tidak semua tempat tersedia fasilitas internet. Ketujuh, Kurangnya tenaga yang mengetahui dan memiliki ketrampilan internet. Kedelapan, Kurangnya penguasaan bahasa komputer
sumber : http://download.portalgaruda.org/article.php?article=11252&val=761&title=
Jaya Kumar C. Koran (2002), mendefinisikan e-learning sebagai sembarang pengajaran dan pembelajaran yang menggunakan rangkaian elektronik (LAN, WAN, atau internet) untuk menyampaikan isi pembelajaran, interaksi, atau bimbingan. Ada pula yang menafsirkan e-learning sebagai bentuk pendidikan jarak
jauh yang dilakukan melalui media internet. Sedangkan Dong (dalam Kamarga, 2002)
mendefinisikan e-learning sebagai kegiatan belajar asynchronous melalui perangkat elektronik komputer yang memperoleh bahan belajar yang sesuai dengan
kebutuhannya. Atau e-learning didefinisikan sebagai berikut : e-Learning is
a generic term for all technologically supported learning using an array of teaching and learning tools as phone bridging, audio and videotapes, teleconferencing, satellite transmissions, and the more recognized web-based training or computer aided instruction also commonly referred to as online courses (Soekartawi, Haryono dan Librero, 2002).
Perbedaan Pembelajaran Tradisional dengan e-learning yaitu kelas tradisional‟, guru dianggap sebagai orang yang serba tahu dan ditugaskan untuk menyalurkan ilmu pengetahuan kepada pelajarnya. Sedangkan di dalam pembelajaran „e-learning’ fokus utamanya adalah pelajar. Pelajar mandiri pada waktu tertentu dan bertanggung-jawab untuk pembelajarannya.
Khoe Yao Tung (2000) mengatakan bahwa setelah kehadiran guru dalam arti sebenarnya, internet akan menjadi suplemen dan komplemen dalam menjadikan wakil
guru yang mewakili sumber belajar yang penting di dunia.
Petunjuk tentang manfaat penggunaan internet, khususnya dalam pendidikan terbuka dan jarak jauh (Elangoan, 1999; Soekartawi, 2002; Mulvihil, 1997; Utarini,1997), antara lain. Pertama, Tersedianya fasilitas e-moderating di mana guru dan siswa dapat berkomunikasi secara mudah melalui fasilitas internet secara regular atau kapan saja kegiatan berkomunikasi itu dilakukan dengan tanpa dibatasi oleh jarak, tempat dan waktu.
Kedua, Guru dan siswa dapat menggunakan bahan ajar atau petunjuk belajar yang terstruktur dan terjadual melalui internet, sehingga keduanya bisa saling menilai sampai berapa jauh bahan ajar dipelajari. Ketiga, Siswa dapat belajar atau me-review bahan ajar setiap saat dan di mana saja kalau diperlukan mengingat bahan ajar tersimpan di komputer. Keempat, Bila siswa memerlukan tambahan informasi yang berkaitan dengan bahan yang dipelajarinya, ia dapat melakukan akses di internet secara lebih mudah. Kelima, Baik guru maupun siswa dapat melakukan diskusi melalui internet yang dapat diikuti dengan jumlah peserta yang banyak, sehingga menambah ilmu pengetahuan dan wawasan yang lebih luas. Keenam, Berubahnya peran siswa dari yang biasanya pasif menjadi aktif. Ketujuh, Relatif lebih efisien. Misalnya bagi mereka yang tinggal jauh dari perguruan tinggi atau sekolah konvensional.
Walaupun demikian pemanfaatan internet untuk pembelajaran atau e-learning juga tidak terlepas dari berbagai kekurangan. Berbagai kritik (Bullen, 2001, Beam, 1997), antara lain. Pertama, Kurangnya interaksi antara guru dan siswa atau bahkan antar siswa itu sendiri. Kurangnya interaksi ini bisa memperlambat terbentuknya values dalam proses belajar dan mengajar. Kedua, Kecenderungan mengabaikan aspek akademik atau aspek sosial dan sebaliknya mendorong tumbuhnya aspek bisnis/komersial. Ketiga, Proses belajar dan mengajarnya cenderung ke arah pelatihan daripada pendidikan. Keempat, Berubahnya peran guru dari yang semula menguasai teknik pembelajaran konvensional, kini juga dituntut mengetahui
Jurnal Ilmiah Foristek Vol. 2, No. 1, Maret 2012
148
teknik pembelajaran yang menggunakan ICT. Kelima, Siswa yang tidak mempunyai motivasi belajar yang tinggi cenderung gagal. Keenam, Tidak semua tempat tersedia fasilitas internet. Ketujuh, Kurangnya tenaga yang mengetahui dan memiliki ketrampilan internet. Kedelapan, Kurangnya penguasaan bahasa komputer
sumber : http://download.portalgaruda.org/article.php?article=11252&val=761&title=
Perusahaan Jepang Pamerkan Layar Sentuh Fleksibel Tiga Lipatan
Pada zaman sekarang ini, perkembangan teknologi begitu pesat. Hampir setiap orang meiliki handphone, dan sudah tidak sedikit orang yang mengenal teknologi layar sentuh. Teknologi layar sentuh ini sudah tidak asing lagi di kalangan masyarakat, karena dapat dengan mudah ditemukan dimana saja, di handphone, mesin ATM, minimarket, televisi, dan lainnya.
Teknologi layasr sentuh tidak berhenti sampai disitu saja, baru-baru ini sebuah perusahaan di Jepang memamerkan hasil karyanya yaitu layar sentuh fleksibel tiga lipatan. layar sentuh ini tidak hanya kaku berbentuk datar, tapi juga bisa dilipat tiga!
Sebuah perusahaan Jepang bernama Semiconductor Energy Laboratory (SEL) baru saja menampilkan produk layar sentuh Super AMOLED yang menarik. Layar tersebut bukanlah sebuah layar sentuh biasa, namun merupakan sebuah layar sentuh fleksibel yang bisa dilipat menjadi tiga lipatan.
Layar ini memang bisa dibilang mirip dengan layar sentuh fleksibel serupa yang pernah dipamerkan oleh LG. Bedanya, kalau layar OLED fleksibel LG bisa digulung, maka layar Super AMOLED milik SEL ini dapat dilipat. Layar ini pun memiliki kemampuan untuk dibentuk tiga lipatan.
Kemampuan dari layar ini tak hanya pada fleksibilitasnya. Namun layar tersebut juga memiliki resolusi Full HD. Pihak SEL mengatakan kalau layar fleksibel tiga lipatan miliknya itu bisa dilipat hingga 100 ribu kali. Dan keberadaan layar fleksibel canggih ini pun diharapkan bakal bisa diwujudkan dalam sebuah perangkat yang nyata, baik itu berupa e-reader ataupun tablet.
sumber : http://www.beritateknologi.com/perusahaan-jepang-pamerkan-layar-sentuh-fleksibel-tiga-lipatan-berukuran-87-inci/ (dengan perubahan)
Teknologi layasr sentuh tidak berhenti sampai disitu saja, baru-baru ini sebuah perusahaan di Jepang memamerkan hasil karyanya yaitu layar sentuh fleksibel tiga lipatan. layar sentuh ini tidak hanya kaku berbentuk datar, tapi juga bisa dilipat tiga!
Sebuah perusahaan Jepang bernama Semiconductor Energy Laboratory (SEL) baru saja menampilkan produk layar sentuh Super AMOLED yang menarik. Layar tersebut bukanlah sebuah layar sentuh biasa, namun merupakan sebuah layar sentuh fleksibel yang bisa dilipat menjadi tiga lipatan.
Layar ini memang bisa dibilang mirip dengan layar sentuh fleksibel serupa yang pernah dipamerkan oleh LG. Bedanya, kalau layar OLED fleksibel LG bisa digulung, maka layar Super AMOLED milik SEL ini dapat dilipat. Layar ini pun memiliki kemampuan untuk dibentuk tiga lipatan.
Kemampuan dari layar ini tak hanya pada fleksibilitasnya. Namun layar tersebut juga memiliki resolusi Full HD. Pihak SEL mengatakan kalau layar fleksibel tiga lipatan miliknya itu bisa dilipat hingga 100 ribu kali. Dan keberadaan layar fleksibel canggih ini pun diharapkan bakal bisa diwujudkan dalam sebuah perangkat yang nyata, baik itu berupa e-reader ataupun tablet.
sumber : http://www.beritateknologi.com/perusahaan-jepang-pamerkan-layar-sentuh-fleksibel-tiga-lipatan-berukuran-87-inci/ (dengan perubahan)
Subscribe to:
Posts (Atom)
