Monday, January 27, 2014
Proposal Penelitian Ilmiah
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Setiap manusia pasti belajar, baik itu dari pendidikan sehari-hari, atau pendidikan formal seperti sekolah. Di dalam sekolah belajar mengajar pada dasarnya merupakan proses interaksi edukatif antara guru dan siswa. Tujuan dari interaksi edukatif tersebut meliputi tiga aspek, yakni aspek kognitif, afektif dan psikomotorik. Untuk mencapai tujuan secara baik, diperlukan peran maksimal dari seorang guru, baik dalam penyampai materi, penggunaan metode, pengelolaan kelas dan sebagainya. Selain itu, diharapkan kepada guru untuk lebih kreatif untuk melakukan kegiatan pendukung pembelajaran didialam kelas salah satu kegiatan pendukung yang dimaksud adalah kegiatan ekstrakurikuler.
Kegiatan ekstrakurikuler merupakan “kegiatan yang dilaksanakan diluar jam pelajaran”. Kegiatan ekstrakurikuler ini dapat dilakukan disekolah maupun diluar sekolah tergantung dengan kebutuhan dan kesesuaian jenis kegiatan ekstrakurikuler.
Khusus untuk mata pelajaran bahasa inggris, jenis kegiatan ekstrakurikuler yang sering dilaksanakan disekolah maupun diluar sekolah yaitu ekstrakurikuler debat bahasa inggris, pembaca berita, menulis, dsb
Dari paparan singkat diatas bahwa kegiatan ekstrakurikuler merupakan kegiatan yang dapat menunjang kegiatan belajar siswa, termasuk kegiatan yang dapat menunjang aktivitas belajar siswa dikelas. Dugaan ini terbukti dari hasil prasurvey yang peneliti lakukan di SMA Y tersebut. Dari prasurvey tersebut, peneliti menemukan sebagian siswa yang sering mengikuti kegiatan OSIS, perdebatan bahasa inggris, laboratorium bahasa, dan sebagainya juga aktif berpartisipasi dalam kegiatan belajar di kelas.
B. Identifikasi masalah
Merujuk pada Latar belakang maslah di atas maka dapat di identifikasi beberapa masalah yang berkaitan dengan latar belakang diatas :
1. Apakah ada pengaruh terhadap perstasi belajar siswa pada mata pelajaran bahasa inggris?
2. Apakah terdapat hubungan antara kegiatan Ekstarkulikuler debat bahasa inggris pada prestasi belajar Siswa?
C. Pembatasan Masalah
Karena keterbatsan dari segi waktu, kesempatan dan kemampuan saya, maka penilitian ini hanya membahas tentang pengaruh dan hubungan antara kegiatan ekstrakulikuler bahasa inggris dengan prestasi belajar sisiwa kelas X SMA Y di kota tebing tinggi.
D. Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian dan prasurvey diatas, maka dapat dirumuskan permasalahannya dalam penelitian diatas sebagai berikut:
1. Bagaimana Kegiatan Ekstrakurikuler bahasa inggris Siswa Kelas sepuluh pada Mata Pelajaran bahasa inggris di SMA Y ?
2. Bagaimana Aktivitas Belajar Siswa Kelas X pada Mata Pelajaran bahasa inggris di SMA Y ?
3. Apakan terdapat Pengaruh yang Signifikant antara Kegiatan Ekstrakurikuler bahasa inggris terhadap Aktivitas Belajar Siswa Kelas X pada Mata Pelajaran bahasa inggris di SMA Y ?
E. Tujuan Dan Kegunaan Penelitian
a) Tujuan Penelitian
Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menemukan Pengaruh Kegiatan Ekstrakurikuler bahasa inggris terhadap Aktivitas Belajar Siswa Kelas X pada Mata Pelajaran bahasa inggris di SMA Y. Namun secara spesifik tujuan penelitian ini bertujuan umtuk memperoleh informasi dan kejelasan tentang:
1. Kegiatan Ekstrakurikuler bahasa inggris Siswa Kelas X pada Mata Pelajaran bahasa inggris di SMA Y.
2. Aktivitas belajar siswa kelas 1 pada mata pelajaran bahasa inggris di SMA Y.
3. Pengaruh yang signifikan antara kegiatan terhadap aktivitas belajar siswa kelas X pada mata pelajara bahasa inggris di SMA Y.
b) Kegunaan Penelitian
Adapun manfaat penelitian ini dapat peneliti rangkum kedalalam 2 bagian yaitu:
1. Manfaat Praktis
1.1. Memberikan sumbangan pemikiran dalam rangka pengembangan ilmu pendidikan terutama dikaitkan dengan hal-hal yang mempengaruhi keberhasilan belajar anak.
1.2. Hasil penelitian dapat digunakan sebagai sumbangan pemikiran dalam rangka penyempurnaan konsep maupun implementasi praktek pendidikan sebagai upaya yang strategis dalam pengembangan kualitas sumberdaya manusia.
2. Manfaat Teoritis
2.1. Secara praktis, hasil penelitian ini diharapkan yang bermanfaat bagi guru bahasa inggris sebagai bahan evaluasi sekaligus sebagai masukan dalam meningkatkan kegiatan ekstrakurikuler yang dapat mempengaruhi secara positif terhadap aktivitas belajar siswa di kelas.
BAB II
LANDASAN TEORI DAN HIPOTESIS
A. Kerangka Teori
1. Kegiatan Ekstrakurikuler
a. Pengertian Ekstrakurikuler bahasa inggris.
Kegiatan ekstrakurikuler adalah “kegiatan yang dilakukan siswa dan siswi sekolah atau universitas, di luar jam belajar kurikulum standar. Kegiatan-kegiatan ini ada pada setiap jenjang pendidikan dari sekolah dasar sampai universitas. Kegiatan ekstrakurikuler ditujukan agar siswa dapat mengembangkan kepribadian, bakat, dan kemampuannya di berbagai bidang di luar bidang akademik
Adapun pengertian debat bahasa inggris adalah “usaha sadar untuk menyiapkan siswa dalam berbicara, memahami, menghayati dan mempraktekan melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, latihan dengan memperhatikan aturan untuk menyadari bahwa bahasa inggris adalah salah satu bahasa yang digunakan didunia” dan bertujuan Mengembangkan keterampilan dalam komunikasi berbahasa Inggris secara lisan,Keterampilan berargumentasi dalam bahasa Inggris.
Berdasarkan pebgertian diatas, dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud kegiatan ekstrakurikuler debat bahasa inggris adalah kegiatan tambahan yang dilaksankan diluar jam tambahan biasa dengan tujuan agar kegiatan tambhan tersebut dapat membantu siswa dalam memahami bahasa inggris dengan baik.
b. Prinsip-prinsip Program Ekstrakurikuler
Dengan berpedoman pada maksud dan tujuan kegiatan ekstrakurikuler disekolah maka dapat dikemukakan prinsip-prinsip kegiatan ekstrakurikuler. prinsip kegiatan ekstrakurikuler adalah sebagai berikut:
1. Semua siswa, guru dan personil administrasi sekolah hendaknya ikut serta dalam usaha meningkatkan program.
2. Kerjasama dalam team adalah fundamental.
3. Perbuatan untuk partisipasi hendaknya dibatasi.
4. Proses lebih penting daripada hasil.
5. Program hendaknya memperhitungkan kebutuhan khusus sekolah.
6. Dilaksanakan pada waktu di luar jam belajar siswa di kelas.
2. Aktivitas Belajar Siswa
a. Pengertian Aktivitas Belajar Siswa
Aktivitas belajar merupakan suatu kegiatan yang dilakukan untuk menghasilkan perubhan pengetahuan-pengetahua, nilai-nilai sikap, dan keterampilan pada siswa sebagai latihan yang dilaksanakan secara sengaja.
b. Jenis Aktivitas Belajar Siswa
Berdasarkan pengetahuan tentang prinsip-prinsip diatas, diharapkan kepada guru untuk dapat mengembangkan aktivitas siswa. Diatas jenis-jenis aktivitas yang dimaksud dapat digolongkan menjadi:
1) Visual Activities, yaitu segala kegiatan yang berhubungan dengan aktivitas siswa dalam melihat, mengamat, dan memperhatikan.
2) Oral Activities, yaitu aktivitas yang berhubungan dengan kemampuan siswa dalam mengucapkan dan berfikir.
3) Listening Aktivities, aktivitas yang berhubungan dengan kemampuan siswa dalam berkonsentrasi menyimak pelajaran.
4) Motor Activities, yakni segala keterampilan jasmani siswa untuk mengekspresikan bakat yang dimilikinya.
B. Kerangka Berfikir
Berdasarkan gambar diatas maka akan diketahui apakah ada pengaruh yang ditimbulkan kegiatan ekstrakurikuler mata pelajaran bahasa inggris(variabel x), terhadap aktivitas belajar siswa pada mata pelajaran bahasa inggris (variabel y). Lalu denagn diketahui pengaruhnya sehingga memungkinkan kemudahan bagi guru untuk menyusun rencana kerja yang berkaitan dengan kegiatan ekstrakurikuler tersebut.
C. Penelitian Yang Relevan
Sebelum melakukan penelitian ini, peneliti telah menelusuri beberapa hasil penelitian terdahulu yang memiliki keterkaitan dengan penenlitian yang peneliti lakukan ini. Dari beberapa contoh judul penelitian terdahulu memang memiliki keterkaitan dari segi masalah yaitu mencari tau tentang hubungan dan pengaruh akan tetapi objek dan sasarannya yang berbeda. Oleh karena itu peneliti memilih masalah tentang Pengaruh Kegiatan Ekstrakulikuler pada aktivitas belajar siswa SMA Y kota tebing tinggi kelas X.
D. Hipotesis Penelitian
Dari arti katanya, hipotesis berasal dari 2 penggalan kata, “hypo” yang artinya di bawah dan “thesa” yang artinya kebenaran. Peneliti mendalami permasalahan dengan seksama dan mensurvei teori (literatur/sumber referensi/kepustakaan), kemudian membuat hipotesis yang masih harus dibuktikan/diuji kebenarannya (di bawah kebenaran). Inilah hipotesis, peneliti harus berpikir hipotesisnya dapat diuji sehingga naik statusnya menjadi thesa atau sebaliknya tetap menjadi hipotesis.
Sugiyono (2008:96) menyatakan hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian, di mana rumusan masalah telah dinyatakan dalam bentuk kalimat pertanyaan. Dikatakan sementara karena jawaban yang diberikan baru didasarkan pada teori yang relevan, belum didasarkan fakta-fakta empiris.
Dalam Ruseffendi (2005:23), hipotesis adalah penjelasan atau jawaban tentatif (sementara) tentang tingkah laku, fenomena (gejala), atau kejadian yang akan terjadi; bisa juga mengenai kejadian yang sedang terjadi. Jadi, hipotesis juga dapat dinyatakan sebagai jawaban teoritis sementara terhadap rumusan masalah penelitian, belum jawaban yang empirik dengan data.
Hipotesis termasuk dalam langkah penelitian, tetapi perlu diketahui bahwa tidak semua penelitian harus merumuskan hipotesis. Penelitian yang bersifat eksploratif dan deskriptif sering tidak perlu merumuskan hipotesis.
G.E.R brurrough (Arikunto, 2010:112) mengatakan bahwa penelitian berhipotesis penting dilakukan bagi :
1. Penelitian menghitung banyaknya sesuatu
2. Penelitian tentang perbedaan
3. Penelitian hubungan.
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
A. Sasaran, Waktu dan Lokasi Penelitian
Yang menjadi sasaran pada penelitian ini adalah sisiwa SMA Y kelas X kota tebing tinggi, alasan memilih SMA Y kelas X kota tebing tinggi dikarenakan faktor lokasi dan keadaan dimana penelitia merasa perlu melakukan penelitian ini.
B. Metodologi Penelitian
Untuk menemukan Pengaruh Kegiatan Ekstrakurikuler bahasa inggris terhadap Aktivitas Belajar Siswa Kelas . pada Mata Pelajaran bahasa inggris di SMA kota medan, dengan unsur pokok yang harus ditemukan sesuai dengan butir-butir rumusan masalah, tujuan dan manfaat penelitian, maka digunakan jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan determinatif yaitu denagn mencari pengaruh yang ditimbulkan oleh kegiatan ekstrakurikuler debat bahasa inggris terhadap mata pelajaran bahasa inggris oleh siswa kelas X SMA Y Kota tebing tinggi.
C. Populasi dan Teknik Pengambilan Sampel
1. Populasi
Populasi merupakan keseluruhan subjek sebagai sumber data yang memiliki ciri-ciri tertentu dalam suatu penelitian. Karakteristik dalam penelitian ini adalah; (a) siswa kela 1A, 1B dan 1C, (b) bukan siswa pindahan, dan (c) bukan siswa tidak naik kelas. Berdasarkan karakteristik tersebut maka jumlah populasi dalam penelitian ini sebanyak 146 orang.
Distribusi Siswa Kelas X
Di SMA Medan
NO
KELAS
JUMLAH SISWA
1
1A
49
2
1B
48
3
1C
49
TOTAL
146
2. Sampel
Untuk menetapkan besarnya jumlah sampel, peneliti akan menggunakan Nomogran Hari King dengan tingkat kesalahan 5 %. Berdasarkan ketentuan tersebut, diperoleh sample sebesar 51 (0,35 x 146 = 51,1 dibulatkan menjadi 51). Untuk menentukan sample pada masing-msing kelas peneliti menggunkan perhitungan persentase yang lebih lengkap dapat dilihat dalam tabel berikut:
No
Kelas
Populasi
Sampel
1
1A
49
17
2
1B
48
17
3
1C
49
17
jumlah
146
51
Keterangan =Sampel diperoleh dari hsil perkalian seperti contoh 48 x 51: 146 = 16,77 dibulatkan menjadi 17 orang
Teknik sampling yang akan peneliti gunakan dalam penelitian ini adalah probability sampling maksudnya adalah “teknik yang memberikan kesempatan yang sama bagi setiap unsure atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sample”. Selanjutnya untuk penentuan sample yang digunakan adalah teknik sistematik random sampling. Alasannya karena peneliti mengetahui nama atau identifikasi dari satuan-satuan individu populasi melalui daftar hadir siswa dimasing-masing kelas.
E. Teknik Pengumpulan Data
Untuk mendapatkan data yang berkaitan dengan kegiatan ekstrakurikuler pada mata pelajaran bahasa inggris maka peneliti akan menggunkan teknik langsung terjun kelapangan yang berupa observasi. Karena dengan instrument pengumpulan data semacam ini peneliti rasa data yang akan dikumpulkan lebih akurat bila kita mengamati sendiri apa yang akan terjadi dilapangan tersebut.
F. Teknik Analisias Data
Teknik analisis data yang akan dipakai untuk menjawab masalah 1 dan 3 adalah analisis prosentase dengan rumus:
Keterangan:
Me:Mean(rata-rata)
Epsilon (baca: jumlah)
Mengenai jenis kegiatan ekstrakurikuler dan jenis aktivitas belajar siswa akan dianalisis dengan memaparkan dalam bentuk kalimat. Sedangkan mengenai Pengaruh Kegiatan Ekstrakurikuler bahasa inggris terhadap Aktivitas Belajar Siswa Kelas X pada Mata Pelajaran bahasa inggris di SMA Y kota tebing tinggi akan digunakan rumus regresi.
G. Hipotesis Statistik
Berdasarkan uraian dari laporan penelitian yang penliti lakukan pada SMA Y Kota tebing tinggi tentang pengaruh pengaruh kegiatan ekstrakurikuler debat bahasa inggris terhadap aktivitas belajar siswa. Dan pengaruh yang dihasilkan sangat signifikan.
DAFTAR PUSTAKA
http://www.google.com
Arikunto, Suharsimi, Manajemen Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta, 1995
Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D, Cet 3. Bandung : Alpabeta, 2007
B. Suryosubroto, Proses Belajar Mengajar Di Sekolah : Wawasan baru, Beberapa metode pendukung dan Beberapa komponen layanan Khusus, Cet 1. Jakarta : Rineka Cipta, 1997,
http://pitpitgitu.blogspot.com/2012/10/apa-itu-hipotesis.html
http://nindiwahyuni.blogspot.com/2013/05/contoh-proposal-penelitian-ilmiah.html
http://www.scribd.com/doc/29026218/Penelitian-Pengaruh-Ekskul-Terhadap-Prestasi-Belajar
Wednesday, January 22, 2014
2012, 2013, 2014 (Part I)
bingung ga sih sama judulnya? engga lah ya, orang itu bukan angka lain selain tahun-tahun yang udah sama-sama kita lewatin sebagai umat manusia di bumi..
berbicara tentang 2014 dulu, tahun baru nih, resolusi baru ga?, ber 'new year new me' juga? ngga. itu jawaban gue. kayanya dari tahun ke tahun gue ga pernah punya resolusi, paling cuma harapan-harapan aja, kenapa ga bikin resolusi? karena gue pemalas, karena menurut gue ya jalani aja apa yang ada dengan sebaik mungkin, klasik sih tapi itu juga penting menurut gue, kalo apa yang ada aja ga dijalanin dengan baik gimana caranya mau ngejalanin hal lain yang baru mau bakal ada? sementara yang ada aja masih banyak yang harus dibenerin, ini mau bikin-bikin lagi yang baru. eh btw ini no offense ya, gue ga bilang kalian harus ngikutin cara hidup gue, atau pun membenarkan apa yang gue lakuin, dan ga ngelarang juga kalian yang mau buat resolusi.
kalo mau dinyambung-nyambungin sih gue tetep punya resolusi, ya itu tadi, memperbaiki apa yang ga baik, membenarkan apa yang ga benar, jadi bisa dijalanin sebaik mungkin. mungkin bisa dibilang gue terlalu realistis, atau bisa juga selalu memandang suatu hal dari segi rasionalitas. yang ada di angan-angan ya letaknya di angan-angan, cuma di pikiran, ga real, ga nyata, ngapain dipikirin? liat aja dulu yang ada di depan mata, yang nyata-nyata harus dikerjain, udah bener belom?
sama seperti kebanyakan film yang gue suka, gue suka sama film-film yang mikir, film yang nyata, yang bisa terjadi juga di dunia sekarang ini, atau bakal terjadi di kehidupan yang akan datang. bukan film yang berlatar jaman dulu, bukan film yang punya makhluk-makhluk anomali, bukan film yang menceritakan alam lain yang antah berantah, dan ga rasional bakal dialami sama manusia, film kaya gitu mending buang aja jauh-jauh.
jadi intinya menurut gue, sah-sah aja bikin resolusi, asal tau diri. kalo yang ada udah beres, baru boleh bikin lagi hal-hal yang baru. ngapain punya resolusi ngajak orang tua jalan-jalan kalo tiap hari masih bikin kesel nyokap? ngapain punya resolusi nuntasin skripsi kalo ujian aja masih nyontek? ngapain punya resolusi nonton java jazz kalo blp aja ga tau? :))
so, apa resolusi mu?
berbicara tentang 2014 dulu, tahun baru nih, resolusi baru ga?, ber 'new year new me' juga? ngga. itu jawaban gue. kayanya dari tahun ke tahun gue ga pernah punya resolusi, paling cuma harapan-harapan aja, kenapa ga bikin resolusi? karena gue pemalas, karena menurut gue ya jalani aja apa yang ada dengan sebaik mungkin, klasik sih tapi itu juga penting menurut gue, kalo apa yang ada aja ga dijalanin dengan baik gimana caranya mau ngejalanin hal lain yang baru mau bakal ada? sementara yang ada aja masih banyak yang harus dibenerin, ini mau bikin-bikin lagi yang baru. eh btw ini no offense ya, gue ga bilang kalian harus ngikutin cara hidup gue, atau pun membenarkan apa yang gue lakuin, dan ga ngelarang juga kalian yang mau buat resolusi.
kalo mau dinyambung-nyambungin sih gue tetep punya resolusi, ya itu tadi, memperbaiki apa yang ga baik, membenarkan apa yang ga benar, jadi bisa dijalanin sebaik mungkin. mungkin bisa dibilang gue terlalu realistis, atau bisa juga selalu memandang suatu hal dari segi rasionalitas. yang ada di angan-angan ya letaknya di angan-angan, cuma di pikiran, ga real, ga nyata, ngapain dipikirin? liat aja dulu yang ada di depan mata, yang nyata-nyata harus dikerjain, udah bener belom?
sama seperti kebanyakan film yang gue suka, gue suka sama film-film yang mikir, film yang nyata, yang bisa terjadi juga di dunia sekarang ini, atau bakal terjadi di kehidupan yang akan datang. bukan film yang berlatar jaman dulu, bukan film yang punya makhluk-makhluk anomali, bukan film yang menceritakan alam lain yang antah berantah, dan ga rasional bakal dialami sama manusia, film kaya gitu mending buang aja jauh-jauh.
jadi intinya menurut gue, sah-sah aja bikin resolusi, asal tau diri. kalo yang ada udah beres, baru boleh bikin lagi hal-hal yang baru. ngapain punya resolusi ngajak orang tua jalan-jalan kalo tiap hari masih bikin kesel nyokap? ngapain punya resolusi nuntasin skripsi kalo ujian aja masih nyontek? ngapain punya resolusi nonton java jazz kalo blp aja ga tau? :))
so, apa resolusi mu?
Hey Yaaa!
udah lama yah ga ketemu..
gue baru sadar udah lama ga nulis sejak ngeliat bio umurnya masih 19 :)) hahaha padahal emang sengaja ga mau diganti *pencitraan
oke ga jelas sih sebenernya..but i warn you guys!! beberapa untaian kata ke depan memang cuma bakal berisi sesi curhat ga jelas, ga penting juga (buat kalian), tapi ya pengen nulis aja..
sebenernya lagi sih kalo mau jujur, gue cuma mau banyak-banyakin topik aja, biar ngepost banyak, ya kembali lagi pada tujuan awal blog ini dibuat, buat tugas! tapi lama-kelamaan selain buat nugas, jadi suka buat curhat juga sih..haha jadi ya campur-campur kan isinya, ada lah abis ngepost lirik galau, tetiba muncul bahasan diksi, terus bentar lagi ngebahas laporan penelitian ilmiah, terus resep masakan..yaudah lah ya, itu sih derita yang follow sama yang nyasar :))
masih dalam suasana tahun baru, saya beserta segenap keluarga yang bertugas mengucapkan selamat datang buat 2014!! semoga betah ya di hati masing-masing..oia, ga lupa juga ngucapin selamat jalan buat si 2013, semoga ga bakal balik lagi ya, pastilah!
udah deh segini saja, anggap aja ini pembukaan buat postingan-postingan ga jelas berikutnya..
happy reading, strangers!
:p
gue baru sadar udah lama ga nulis sejak ngeliat bio umurnya masih 19 :)) hahaha padahal emang sengaja ga mau diganti *pencitraan
oke ga jelas sih sebenernya..but i warn you guys!! beberapa untaian kata ke depan memang cuma bakal berisi sesi curhat ga jelas, ga penting juga (buat kalian), tapi ya pengen nulis aja..
sebenernya lagi sih kalo mau jujur, gue cuma mau banyak-banyakin topik aja, biar ngepost banyak, ya kembali lagi pada tujuan awal blog ini dibuat, buat tugas! tapi lama-kelamaan selain buat nugas, jadi suka buat curhat juga sih..haha jadi ya campur-campur kan isinya, ada lah abis ngepost lirik galau, tetiba muncul bahasan diksi, terus bentar lagi ngebahas laporan penelitian ilmiah, terus resep masakan..yaudah lah ya, itu sih derita yang follow sama yang nyasar :))
masih dalam suasana tahun baru, saya beserta segenap keluarga yang bertugas mengucapkan selamat datang buat 2014!! semoga betah ya di hati masing-masing..oia, ga lupa juga ngucapin selamat jalan buat si 2013, semoga ga bakal balik lagi ya, pastilah!
udah deh segini saja, anggap aja ini pembukaan buat postingan-postingan ga jelas berikutnya..
happy reading, strangers!
:p
Monday, November 25, 2013
Sunday, November 10, 2013
Kegiatan Penulisan di Perkuliahan
Jenis kegiatan penulisan di tingkat perguruan tinggi
A. Laporan
Laporan adalah kegiatan penulisan yang berisi rekaman kegiatan tentang suatu yang sedang dikerjakan, digarap, diteliti, atau diamati, dan mengandung saran-saran untuk dilaksanakan. Laporan ini disampaikan dengan cara seobjektif mungkin.
B. Makalah
Dalam kegiatan perkuliahan makalah sering sekali digunakan. Makalah, dalam tradisi akademik, adalah karya ilmuwan atau mahasiswa yang sifatnya paling ‘soft’ dari jenis karya ilmiah lainnya.
Dilihat dari cara berpikir, makalah dapat dibedakan menjadi dua macam : makalah hasil berpikir deduktif dan makalah hasil berpikir induktif.
Makalah hasil berpikir deduktif membahas masalah atas dasar kajian teori tertentu. Dengan kata lain makalah jenis ini menerapkan teori tertentu untuk memecahkan masalah yang dipilihnya.
Sedangkan makalah hasil berpikir induktif, diawali oleh pengamatan empiris, pembahasan hasil pengamatan, penarikan simpulan, dilanjutkan dengan pembandingan dengan teori yang relevan.
C. Skripsi
Skripsi adalah kegiatan penulisan mahasiswa, untuk melengkapi syarat mendapatkan gelar sarjana (S1). Bobotnya 6 satuan kredit semster (SKS) dan dalam pengerjakannya dibantu dosen pembimbing. Dosen pembimbing berperan ‘mengawal’ dari awal sampai akhir hingga mahasiswa mampu mengerjakan dan mempertahankannya pada ujian skripsi.
D. Tesis
Tesis mempunyai tingkat pembahasan lebih dalam daripada skripsi. Tesis dibuat oleh seorang kandidat Magister & disusun secara mandiri pada akhir masa studi dan merupakan salah satu syarat mencapai gelar Magister. Tesis ditulis dengan bimbingan seorang dosen senior yang bertangungjawab dalam bidang studi tertentu. Sekalipun pada dasarnya sama dengan skripsi, tesis lebih dalam, tajam, dan dilakukan mandiri.
E. Disertasi
Disertasi ialah kegiatan penulisan yang diajukan untuk mencapai gelar doktor, yaitu gelar tertinggi yang diberikan oleh suatu univesitas. Gelar Doktor tersebut diberikan pada mahasiswa yang telah mempertahankan disertasinya dihadapan Dewan Penguji Disertasi yang terdiri dari profesor atau Doktor dibidang masing-masing. Disertasi ditulis berdasarkan penemuan (keilmuan) orisinil dimana penulis mengemukan dalil yang dibuktikan berdasarkan data dan fakta valid dengan analisis terinci. Disertasi memuat penemuan-penemuan baru, pandangan baru yang filosofis, tehnik atau metode baru tentang sesuatu sebagai cerminan pengembangan ilmu yang dikaji dalam taraf yang tinggi.
A. Laporan
Laporan adalah kegiatan penulisan yang berisi rekaman kegiatan tentang suatu yang sedang dikerjakan, digarap, diteliti, atau diamati, dan mengandung saran-saran untuk dilaksanakan. Laporan ini disampaikan dengan cara seobjektif mungkin.
B. Makalah
Dalam kegiatan perkuliahan makalah sering sekali digunakan. Makalah, dalam tradisi akademik, adalah karya ilmuwan atau mahasiswa yang sifatnya paling ‘soft’ dari jenis karya ilmiah lainnya.
Dilihat dari cara berpikir, makalah dapat dibedakan menjadi dua macam : makalah hasil berpikir deduktif dan makalah hasil berpikir induktif.
Makalah hasil berpikir deduktif membahas masalah atas dasar kajian teori tertentu. Dengan kata lain makalah jenis ini menerapkan teori tertentu untuk memecahkan masalah yang dipilihnya.
Sedangkan makalah hasil berpikir induktif, diawali oleh pengamatan empiris, pembahasan hasil pengamatan, penarikan simpulan, dilanjutkan dengan pembandingan dengan teori yang relevan.
C. Skripsi
Skripsi adalah kegiatan penulisan mahasiswa, untuk melengkapi syarat mendapatkan gelar sarjana (S1). Bobotnya 6 satuan kredit semster (SKS) dan dalam pengerjakannya dibantu dosen pembimbing. Dosen pembimbing berperan ‘mengawal’ dari awal sampai akhir hingga mahasiswa mampu mengerjakan dan mempertahankannya pada ujian skripsi.
D. Tesis
Tesis mempunyai tingkat pembahasan lebih dalam daripada skripsi. Tesis dibuat oleh seorang kandidat Magister & disusun secara mandiri pada akhir masa studi dan merupakan salah satu syarat mencapai gelar Magister. Tesis ditulis dengan bimbingan seorang dosen senior yang bertangungjawab dalam bidang studi tertentu. Sekalipun pada dasarnya sama dengan skripsi, tesis lebih dalam, tajam, dan dilakukan mandiri.
E. Disertasi
Disertasi ialah kegiatan penulisan yang diajukan untuk mencapai gelar doktor, yaitu gelar tertinggi yang diberikan oleh suatu univesitas. Gelar Doktor tersebut diberikan pada mahasiswa yang telah mempertahankan disertasinya dihadapan Dewan Penguji Disertasi yang terdiri dari profesor atau Doktor dibidang masing-masing. Disertasi ditulis berdasarkan penemuan (keilmuan) orisinil dimana penulis mengemukan dalil yang dibuktikan berdasarkan data dan fakta valid dengan analisis terinci. Disertasi memuat penemuan-penemuan baru, pandangan baru yang filosofis, tehnik atau metode baru tentang sesuatu sebagai cerminan pengembangan ilmu yang dikaji dalam taraf yang tinggi.
Perbedaan Umum antara
Skripsi, Tesis dan Disertasi
|
No
|
Aspek
|
Skripsi
|
Tesis
|
Disertasi
|
|
1
|
Jenjang
|
S1
|
S2
|
S3 (tertinggi)
|
|
2
|
Permasalahan
|
Dapat diangkat dari pengalaman
empirik, tidak mendalam
|
Diangkat dari pengalaman empirik,
dan teoritik, bersifat mendalam
|
Diangkat dari kajian teoritik yang
didukung fakta empirik, bersifat sangat mendalam
|
|
3
|
Kemandirian penulis
|
60% peran penulis, 40% pembimbing
|
80% peran penulis, 20% pembimbing
|
90% peran penulis, 10% pembimbing
|
|
4
|
Bobot Ilmiah
|
Rendah – sedang
|
Sedang – tinggi. Pendalaman
/ pengembangan terhadap teori dan penelitian yang ada
|
Tinggi, Tertinggi dibidang
akademik. Diwajibkan mencari terobosan dan teori baru dalam
bidang ilmu pengetahuan
|
|
5
|
Pemaparan
|
Dominan deskriptif
|
Deskriptif dan Analitis
|
Dominan analitis
|
|
6
|
Model Analisis
|
Rendah – sedang
|
Sedang – tinggi
|
Tinggi
|
|
7
|
Jumlah rumusan masalah
|
Sekitar 1-2
|
Minimal 3
|
Lebih dari 3
|
|
8
|
Metode / Uji statistik
|
Biasanya memakai uji
Kualitatif / Uji deskriptif, Uji statistik parametrik (uji 1 pihak, 2 pihak),
atau Statistik non parametrik (test binomial, Chi kuadrat, run test), uji
hipotesis komparatif, uji hipotesis asosiatif, Korelasi, Regresi, Uji beda,
Uji Chi Square, dll
|
Biasanya memakai uji
Kualitatif lanjut / regresi ganda, atau korelasi ganda,
mulitivariate, multivariate lanjutan (regresi dummy, data panel, persamaan
simultan, regresi logistic, Log linier analisis, ekonometrika static
& dinamik, time series ekonometrik) Path analysis, SEM
|
Sama dengan tesis dengan metode
lebih kompleks, berbobot yang bertujuan mencari terobosan dan teori baru
dalam bidang ilmu pengetahuan
|
|
9
|
Jenjang Pembimbing/ Penguji
|
Minimal Magister
|
Minimal Doktor dan Magister yang
berpengalaman
|
Minimal Profesor dan Doktor
yang berpengalaman
|
|
10
|
Orisinalitas penelitian
|
Bisa replika penelitian orang
lain, tempat kasus berbeda
|
Mengutamakan orisinalitas
|
Harus orisinil
|
|
11
|
Penemuan hal-hal yang baru
|
Tidak harus
|
Diutamakan
|
Diharuskan
|
|
12
|
Publikasi hasil penelitian
|
Kampus Internal dan disarankan
nasional
|
Minimal Nasional
|
Nasional dan Internasional
|
|
13
|
Jumlah rujukan / daftar pustaka
|
Minimal 20
|
Minimal 40
|
Minimal 60
|
|
14
|
Metode / Program statistik yang
biasa digunakan
|
Kualitatif / Manual, Excel, SPSS
dll
|
Kualitatif lanjut / SPSS, Eview,
Lisrel, Amos dll
|
Kualitatif lanjut / SPSS, Eview,
Lisrel, Amos dll
|
Monday, October 14, 2013
DIKSI
Dengan memiliki banyak perbendaharaan kata, kita dapat
menyampaikan dengan mudah apa yang menjadi gagasan kita, dan juga dapat mudah
dimengerti oleh pendengar/pembacanya. Namun, alangkah lebih baik apabila kita
menggunakan pilihan kata yang tepat dan sesuai. Pemilihan kata seperti ini
dapat disebut sebagai diksi. Kata merupakan salah satu
unsur dasar bahasa yang sangat penting. Dalam memilih kata-kata, ada dua
persyaratan yang harus dipenuhi, yaitu :
- Ketepatan : dapat mengungkapkan apa yang
ingin kita ungkapkan;
- Kesesuaian : kecocokan antara kata-kata
dengan kesempatan dan keadaan
Ketepatan pilihan kata berkenaan dengan apakah kata yang
digunakan sudah setepat-tepatnya, sehingga tidak menimbulkan anggapan yang lain
antara pembicara dan pendengar atau penulis dengan pembaca. Adapun yang
berkenaan dengan kesesuain pilihan kata, apakah kata yang digunakan tersebut
tidak merusak suasana atau menyinggung perasaan orang yang diajak berbahasa.
Selain itu, penulis juga perlu mempelajari tentang masalah makna dan relasi makna :
Makna sebuah kata
/ sebuah kalimat merupakan makna yang tidak selalu berdiri sendiri. Adapun
makna menurut (Chaer, 1994: 60) terbagi atas beberapa kelompok yaitu :
1.
Makna Leksikal : makna yang sesuai dengan referennya, sesuai dengan hasil
observasi alat indera / makna yg sungguh-sungguh nyata dlm kehidupan kita.
Contoh: Kata tikus, makna leksikalnya adalah binatang yang menyebabkan
timbulnya penyakit (Tikus itu mati diterkam kucing).
Makna Gramatikal
: untuk menyatakan makna-makna atau nuansa-nuansa makna gramatikal, untuk
menyatakan makna jamak bahasa Indonesia, menggunakan proses reduplikasi seperti
kata: buku yg bermakna “sebuah buku,” menjadi buku-buku yang bermakna “banyak
buku”.
2.
Makna Referensial dan Nonreferensial : Makna referensial & nonreferensial
perbedaannya adalah berdasarkan ada tidaknya referen dari kata-kata itu. Maka
kata-kata itu mempunyai referen, yaitu sesuatu di luar bahasa yang diacu oleh
kata itu. Kata bermakna referensial, kalau mempunyai referen, sedangkan kata
bermakna nonreferensial kalau tidak memiliki referen. Contoh: Kata meja dan
kursi (bermakna referen). Kata karena dan tetapi (bermakna nonreferensial).
3.
Makna Denotatif dan Konotatif
Makna denotatif
adalah makna asli, makna asal atau makna sebenarnya yang dimiliki sebuah
leksem. Contoh: Kata kurus, bermakna denotatif keadaan tubuhnya yang lebih
kecil & ukuran badannya normal. Makna konotatif adalah: makna lain
yang ditambahkan pada makna denotatif tadi yang berhubungan dengan nilai rasa
orang / kelompok orang yang menggunakan kata tersebut. Contoh: Kata kurus pada
contoh di atas bermakna konotatif netral, artinya tidak memiliki nilai rasa
yang mengenakkan, tetapi kata ramping bersinonim dengan kata kurus itu memiliki
konotatif positif, nilai yang mengenakkan. Orang akan senang bila dikatakan
ramping.
4.
Makna Konseptual dan Makna Asosiatif
Makna konseptual
adalah makna yang dimiliki oleh sebuah leksem terlepas dari konteks atau
asosiasi apapun. Contoh: Kata kuda memiliki makna konseptual “sejenis binatang
berkaki empat yg bisa dikendarai”. Makna asosiatif adalah makna yang dimiliki
sebuah leksem / kata berkenaan dengan adanya hubungan kata itu dengan suatu
yang berada diluar bahasa . Contoh: Kata melati berasosiasi dg suatu yg suci /
kesucian. Kata merah berasosiasi berani / paham komunis.
5.
Makna Kata dan Makna Istilah
Makna kata,
walaupun secara sinkronis tidak berubah, tetapi karena berbagai faktor dalam
kehidupan dapat menjadi bersifat umum. Makna kata itu baru menjadi jelas kalau
sudah digunakan dalam suatu kalimat. Contoh: Kata tahanan, bermakna orang yang
ditahan,tapi bisa juga hasil perbuatan menahan. Kata air, bermakna air yang
berada di sumur, di gelas, di bak mandi atau air hujan. Makna istilah
memiliki makna yang tetap dan pasti. Ketetapan dan kepastian makna istilah itu
karena istilah itu hanya digunakan dalam bidang kegiatan atau keilmuan
tertentu. Contoh: Kata tahanan di atas masih bersifat umum, istilah di bidang
hukum, kata tahanan itu sudah pasti orang yang ditahan sehubungan suatu
perkara.
6.
Makna Idiomatikal dan Peribahasa
Yang dimaksud
dengan idiom adalah satuan-satuan bahasa (ada berupa baik kata, frase, maupun
kalimat) maknanya tidak dapat diramalkan dari makna leksikal, baik unsur-unsurnya
maupun makna gramatikal satuan-satuan tersebut. Contoh: Kata ketakutan,
kesedihan, keberanian, dan kebimbangan memiliki makna hal yg disebut makna
dasar, Kata rumah kayu bermakna, rumah yang terbuat dari kayu. Makna
pribahasa bersifat memperbandingkan atau mengumpamakan, maka lazim juga disebut
dengan nama perumpamaan. Contoh: Bagai, bak, laksana dan umpama lazim digunakan
dalam peribahasa
7.
Makna Kias dan Lugas
Makna kias adalah
kata, frase dan kalimat yang tidak merujuk pada arti sebenarnya. Contoh: Putri
malam bermakna bulan , Raja siang bermakna matahari.
Fungsi dari diksi antara lain :
- Membuat pembaca atau pendengar mengerti secara benar dan tidak salah paham terhadap apa yang disampaikan oleh pembicara atau penulis.
- Untuk mencapai target komunikasi yang efektif.
- Melambangkan gagasan yang di ekspresikan secara verbal.
- Membentuk gaya ekspresi gagasan yang tepat (sangat resmi, resmi, tidak resmi) sehingga menyenangkan pendengar atau pembaca.
Monday, September 30, 2013
Grafik Komputer dan Pengolahan Citra
Ditinjau dari kedua istilah ini, sebenarnya membahas suatu
unsur yang sama, yaitu tentang visual. Baik itu dalam grafik, maupun citra,
kita sama-sama membayangkan objek visual yang dilihat mata. Namun, ada
perbedaan dari kedua istilah ini, kita akan membahasnya satu persatu.
Grafik Komputer
Kalau dilihat secara kasat mata, ya mungkin yang terlintas
dipikiran kita adalah tentang bagaimana grafik diolah atau dibuat menggunakan komputer.
Pendapat itu tidak salah, tapi kita akan membahas pengertiannya lebih dalam
lagi. Grafik Komputer adalah suatu bagian dari ilmu komputer yang berkaitan
dengan manipulasi gambar (visual) secara digital, baik itu secara 2 dimensi
(y,x), atau 3 dimensi (y,x,z).
Bagian dari grafik komputer juga meliputi:
> Geometri adalah mempelajari cara menggambarkan
permukaan bidang.
> Animasi adalah mempelajari cara menggambarkan dan memanipulasi gabungan gambar-gambar menjadi gerakan.
> Rendering adalah mempelajari algoritma untuk menampilkan efek cahaya
> Pengolahan Citra (Imaging) adalah mempelajari cara pengambilan dan penyuntingan gambar.
> Animasi adalah mempelajari cara menggambarkan dan memanipulasi gabungan gambar-gambar menjadi gerakan.
> Rendering adalah mempelajari algoritma untuk menampilkan efek cahaya
> Pengolahan Citra (Imaging) adalah mempelajari cara pengambilan dan penyuntingan gambar.
Contoh pemanfaatan grafik komputer dalam kehidupan sehari-hari :
-
Pembuatan Games
-
Pembuatan Aplikasi
-
Pembuatan Film
-
Penggunaan Power Point Presentation
Pengolahan Citra
Citra bisa dibilang juga gambar, kalau begitu pengolahan citra
adalah suatu teknik manipulasi tertentu terhadap citra/gambar yang akan di transformasi
menjadi citra lain. Dan perlu diketahui, segala bentuk pengolahan citra adalah
2 dimensi.
Dasar dasar yang digunakan dalam pengolahan citra meliputi :
> Citra adalah gambar dua dimensi yang dihasilkan dari
gambar analog dua dimensi yang kontinu menjadi gambar diskrit melalui proses sampling.
> Sampling adalah proses untuk menentukan warna
pada piksel tertentu pada citra dari sebuah gambar yang kontinu, Proses
tersebut disebut proses digitisasi.
> Kuantisasi adalah Proses mengasosiasikan warna
rata-rata dengan tingkatan warna tertentu.
Berdasarkan tujuan transformasi operasi pengolahan citra
dikategorikan sebagai berikut :
- Peningkatan Kualitas Citra (Image Enhancement)
Operasi peningkatan kualitas citra bertujuan untuk
meningkatkan fitur tertentu pada citra.
- Pemulihan Citra (Image Restoration)
Operasi pemulihan citra bertujuan untuk mengembalikan
kondisi citra pada kondisi yang diketahui sebelumnya akibat adanya pengganggu
yang menyebabkan penurunan kualitas citra.
Berdasarkan cakupan operasi yang dilakukan terhadap citra,
Operasi pengolahan citra dikategorikan sebagai berikut :
- Operasi titik, yaitu operasi yang dilakukan terhadap setiap piksel pada citra yang keluarannya hanya ditentukan oleh nilai piksel itu sendiri.
- Operasi area, yaitu operasi yang dilakukan terhadap setiap piksel pada citra yang keluarannya dipengaruhi oleh piksel tersebut dan piksel lainnya dalam suatu daerah tertentu. Salah satu contoh dari operasi berbasis area adalah operasi ketetanggaan yang nilai keluaran dari operasi tersebut ditentukan oleh nilai piksel-piksel yang memiliki hubungan ketetanggaan dengan piksel yang sedang diolah.
- Operasi global, yaitu operasi yang dilakukan tehadap setiap piksel pada citra yang keluarannya ditentukan oleh keseluruhan piksel yang membentuk citra.
Contoh pengolahan citra dalam kehidupan sehari – hari :
1.Bidang kesehatan
Digunakan untuk rontgen tubuh manusia yang berfungsi untuk
mengetahui ada atau tidaknya kelainan di tubuh.
2.Bidang visual
Bisa digunakan untuk pemotretan lewat satelit, GPS, foto
kamera dan lain-lain.
3.Mikroskop elektron
Adalah salah satu contoh dari pengolahan citra dalam bidang
kedokteran, yang di maksud dengan mikroskop elektron adalah sebuah mikroskop
yang dapat memperbesar detail sangat kecil dengan kekutan sehingga
menyelesaikan tinggi akibat penggunaan elektron sebagai sumber penerangannya. Pembesaran
dalam hal ini di tingkat hingga 2.000.000 kali. Adapun kegunaan dari mikroskop
elektron yaitu digunakan dalam patologi
anatomi. Patologi anatomi ini berfungsi untuk mengindentifikasi organel dalam
sel namun kegunaanya telah sangat dikurangi dengan immunhistochemistry tetapi
masih tak tergantikan untuk diagnosis penyakit ginjal, identifikasi sindrom
silia immotile dan banyak tugas-tugas lainnya.
sumber:
Subscribe to:
Posts (Atom)